Tuesday, April 2, 2013

Monyet dan Angin

Biasanya kalo ada broadcast message di bbm, tanpa dibaca langsung gue apus. Tapi gak tau kenapa kali ini iseng ngebacain, eeh ternyata bagus juga isi broadcastnya. Cerita tentang monyet dan empat angin.

Alkisah seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede. Angin Topan, Tornado, dan Bahorok. Ternyata tiga angin itu lagi ngomongin siapa yang bisa jatuhin si monyet dari pohon kelapa. Akhirnya satu per satu angin tersebut maju.
Yang pertama Angin Topan, dia tiup sekencang-kencangnya. Wuussssssss.. Merasa ada yang ada angin gede datang, si monyet langsung memegang batang pohon kelapa seerat-eratnya. Beberapa menit berlalu, si monyet gak juga terjatuh. Angin Topan pun menyerah.
Berikutnya Angin Tornado. Wussss.. Wuussssss.. Dia juga meniup sekencang-kencangnya, namun si monyet tetap nggak jatuh. Angin Tornado pun menyerah.
Terakhir giliran Angin Bahorok. Dia meniup lebih kencang. Wussss.. Wuusssss.. Wuussssss.. Si monyet pun semakin kuat pegangannya dan nggak terjatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin kalo si monyet memang jagoan, tangguh, dan daya tahannya luar biasa.
Nggak lama kemudian, datanglah Angin Sepoi-sepoi. Dia bilang mau ikutan buat nyoba jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil. Tanpa banyak omong, Angin Sepoi-sepoi langsung pergi meniup ubun-ubun si monyet. Psssssstt.. Enak banget.. Adem.. Seger.. Riyep-riyep mata si monyet, nggak lama kemudian dia tertidur dan pegangan tangannya terlepas dari pohon kelapa, sehingga terjatuhlah monyet tersebut.

Pesan moral yang didapat dari cerita di atas adalah:
Boleh jadi ketika kita diuji dengan kesusahan, dicoba dengan penderitaan, didera dengan malapetaka, kita kuat bahkan bisa lebih kuat dari sebelumnya. Tetapi ketika kita diuji dengan kenikmatan, kesenangan dan kelimpahan, disinilah kita terjatuh.
Maka dari itu, jangan sampai kita terlena, tetaplah rendah hati dan mawas diri. Ingatlah kita hanya hidup sementara di dunia ini, jadilah manusia yang bijak dan jangan lupa untuk selalu bersyukur.

No comments:

Post a Comment